Tuesday, March 22

RENYAHNYA IKAN PORA-PORA


Jakarta - Ikan air tawar penghuni danau Toba ini rasanya gurih renyah. Tubuhnya yang mungil ternyata menyimpan citarasa gurih yang kaya nutrisi juga. Dibalut tepung renyah dan dicocol mayones yang pedas manis. Tentu saja rasanya makin mantap.. !!

Di sekitar danau nan indah ini banyak dijajakan ikan pora-pora dalam keadaan segar dan kering. Untuk ikan yang asli dari danau Toba, kecamtaan Baktiraja, kabupaten Humbahas ini harus dibeli di pasar tradisional atau penjaja keliling yang banyak di tempat penyeberangan. Harganya yang segar sekitar Rp. 5.000,00 hingga Rp. 7.000,00 per kilogram. Yang kering mencapai Rp. 15.000,00 - Rp. 25.000,00 perkilogram.

Deretan hidangan dengan olahan ikan air tawar seperti ikan mas, nila, ikan mujair, gurami dan ikan pora-pora menjadi andalan rumah makan ini. Karena itu saya langsung memesan Ikan Pora-pora goreng tepung dan sup ikan kemnagi. Berharap menu tersebut bisa menghangatkan tubuh dari serangan udara dingin.

Saus pendamping ikan pora-pora ini adalah mayones yang dicampur dengan saus sambal dan air jeruk sehingga pedas manis gurih. Cocok dikunyah bersama ikan mungil yang garing ini. Variasi sajian ikan pora-pora ini tergolong baru. Karena umumnya ikan pora-pora segar dikuah asam atau dibuat pepes atau digoreng biasa.

Tak kalah menarik selera, sup ikan kemangi yang disajikan panas mengepul. Aroma wangi daun kemangi beradu dengan bawang menguar perlahan. Slruup... gurih hangat dengan rasa sedikit asam yang pas. Isian berupa irisan daun bawang, bawang bombay dan tomat segar membuat sup bening ini makin enak segar.

Daging ikan nila yang dipotong agak kecil memudahkan menyantap sup ikan ini. Kenyal gurih dan menyatu dengan kuah yang segar benar-benar bikin badan jadi hangat. Aroma wangi kemangi membuat sup ini tak meninggalkan jejak anyir sama sekali.

Ternyata ikan air tawar tak kalah gurih enak dengan ikan laut. Apalagi jika disantap segar di tempat asalnya. Yang jelas, saya sudah berencana membawa pulang ikan pora-pora kering. Ikan yang dikeringkan ini ternyata tidak asin dan mengandung lebih banyak kalsium dan protein dibandingkan dengan yang segar.

Seporsi ikan pora-pora goreng tepung(6 ekor) ini dihargai Rp. 35.000,00 dan sup ikan Rp.30.000,00. Lumayan mahal dibandingkan dengan harga ikan segarnya. Karena itu pula saya akan membawa pulang ikan pora-pora kering. Sudah terbayang ikan pora-pora kering goreng dengan sambal jeruk limau plus sayur asam. Hmm..sedapnya! (meskipun tak disantap di tepian danau Toba..). Yang penting kegurihan ikan mungil ini tetap terasa enak di lidah!

Restoran Cemara Hijau
Hotel Inna Parapat
Jl. Marihat No. 1
Danau Toba, Parapart
Sumatra Utara

Sumber : http://food.detik.com/read/2011/03/21/133447/1597409/287/kriuk-krenyes-ikan-pora-pora-di-tepian-toba?992205284

No comments:

Post a Comment